GALAU; Level: Employee

“Nothing can stop a person with the right mental attitude from achieving his goal; nothing on earth can help a person with the wrong mental attitude.” ~ Thomas Jefferson

Tentunya kita pernah mengalami kegalauan dalam bekerja, disaat kita diberikan tugas untuk memecahkan sebuah masalah yang mana masalah tersebut bukan lah salah satu bagian dari basic skill kita, terutama bila kita berada di dalam sebuah perusahaan yang mana kita tidak memiliki supervision.

Terus harus bagaimana? – Aduh, ga ngerti nih.. Wah susah yaaa.. Aduh stress nih.. Ahhhhh.. Gimana yaaa… Mungkin kalimat tersebut muncul didalam hati sebagian orang yang bingung harus mulai darimana untuk memecahkan masalah tersebut.

Kesulitan yang dihadapi tersebut sebenarnya disebabkan oleh kurang pahamnya kita dalam hal bagaimana cara untuk menentukan akar dari permasalahan yang terjadi di dalam sebuah sistem yang berjalan di dalam perusahaan tersebut. Bagaimana kita bisa menaggulangi sebuah masalah apabila kita tidak tahu penyebabnya apa, bagaimana kita bisa memadamkan sebuah kebakaran bila kita tidak tahu titik apinya berada dimana.

Terus gimana dong caranya? Boro-boro gue paham sob! Ngeliatnya aja udah pusing..

Be a fighter (winner), not a looser!!!

Menyerah tidak akan menyelesaikan masalah, berfikir skeptis malah akan memperburuk keadaan. Yakinlah dengan apa yang kita miliki. Apasih yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya? Akal dan pikiran sob! Jadi gunakan hadiah istimewa yang diberikan oleh Tuhan tersebut dengan semaksimal mungkin.

Berikut adalah beberapa langkah yang pernah gue terapkan dalam memecahkan masalah yang gue sendiri belum pernah hadapi dan berhasil mencari jalan keluarnya:

Pertama, identifying and examine the problemYap ini adalah langkah awal yang menjadi kunci utama dalam menyelesaikan sebuah masalah. Yaitu analisa kita tentang posisi dari akar permasalahan tersebut. Dalam prakteknya semua sistem yang digunakan di dalam sebuah perusahaan memiliki alur proses dari awal hingga akhir. Yang harus kita lakukan adalah dengan penelusuran dari titik awal hingga titik akhir sampai akhirnya kita mengetahui dimana letak permasalahan itu terjadi. Proses identifikasi ini memang memerlukan effort yang besar, namun yakinlah kalau kita menggunakan logika dan didasari dengan pengetahuan dasar tentang sistem yang bekerja maka kita pasti bisa menemukan dimana permasalahan tersebut terjadi.

Kedua, gather information. Lakukan riset kecil atau kumpulkan informasi yang dibutuhkan untuk mengetahui penyebab permasalahan yang terjadi. Dig the information so many as you can! Jangan malas, ingat, masalah tidak akan selesai begitu saja karena perlu ditangani. Informasi adalah hal yang sifatnya crucial di dalam bidang apapun. Carilah informasi yang berkaitan dengan sistem yang digunakan, khususnya yang berkaitan dengan masalah yang terjadi. Dalam melakukan pengumpulan informasi ini kita bisa manfaatkan resource yang ada disekitar kita, misalnya teman-teman yang se-profesi dengan kita dan dirasa punya pengalaman terhadap permasalahan yang kita hadapi. Tak hanya itu, informasi juga tersedia secara gratis di internet.

Ketiga, break the problem into partsLangkah yang harus kita lakukan setelah memiliki informasi adalah memilah masalah tersebut ke beberapa bagian kecil bila ada. Yang dimaksud disini adalah bila scoop masalah tersebut cukup besar maka kita bisa breakdown masalah tersebut kebeberapa bagian kecil yang merupakan sub dari masalah itu sendiri.

Keempat, identify solutionsTak ada masalah yang bisa selesai tanpa solusi, untuk itu kita juga perlu melakukan listing terhadap solusi-solusi yang dirasa bisa dilakukan untuk memecahkan masalah tersebut. Don’t forget to use your logic!

Kelima, select the best solutionSebelum menerapkan solusi tersebut ada baiknya kita melakukan penentuan terhadap solusi yang dirasa tepat dan aman untuk diterapkan. Jadi jangan sampai dengan adanya solusi tersebut malah akan menimbulkan masalah baru nantinya. Carilah solusi yang terbaik diantara solusi-solusi tadi, dan analisa mana yang tingkat resikonya paling rendah.

Keenam, take actionSetelah kita yakin atas solusi yang akan diterapkan then do the action. Pastikan langkah-langkah yang diambil dalam penerapan dari solusi tersebut tidak ada yang salah. Ketelitian sangat diutamakan.

Ketujuh, examine the resultSetelah proses penerapan selesai maka langkah selanjutnya adalah melihat bagaimana hasilnya. Solusi tersebut sanggup menyelesaikan masalah yang ada atau tidak?

Kedelapan, test and reviewLangkah terakhir adalah dengan melakukan pengetesan dan melihat apakah masalah sepenuhnya telah teratasi? Apabila sudah then congrats you made it well!! Kalau ternyata belum, coba rollback dan lakukan proses ini dari awal lagi, siapa tau ada yang terlewat.

Ingat, tidak ada manusia yang terlahir sempurna, tidak ada manusia yang terlahir serba bisa. Galau itu wajar, tapi pesimis itu membunuh. Tidak akan ada yang bisa menghalangi seorang manusia yang memiliki kegigihan dan upaya yang kuat untuk mencapai sesuatu di dalam dunia ini.

Semoga pengalaman sotoy gue ini bisa memberikan sedikit pencerahan untuk masalah problem solving yang mungkin temen-temen hadapi di tempat kalian bekerja. Mari bersama menjadi manusia yang extra-ordinary dengan terus berusaha keras dan menjadi yang terbaik di bidang kita masing-masing.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s