Indonesia Bodoh?

IQRA (bacalah) dengan nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari alaq. IQRA (bacalah) dan Tuhanmulah yang Maha Akram. Yang mengajar dengan perantaraan qalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS. Al-Alaq: 1-5)

Bacalah… Nah ini dia nih hal mudah (membaca) yang jarang banget dilakukan sama masyarakat Indonesia, di tahun 2011 berdasarkan survei United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) rendahnya minat baca ini, dibuktikan dengan indeks membaca masyarakat Indonesia hanya 0,001 (dari seribu penduduk, hanya ada satu orang yang masih memiliki minat baca tinggi). Parah gak sih? Atau jangan-jangan lo sendiri ngerasa biasa aja setelah ngeliat angka 0,001 itu?

Dalam hasil survey PISA (Programme for International Student Assessment) terbaru yang dilakukan oleh OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) yang dilakukan dengan mengevaluasi tingkat pengetahuan dan kemampuan remaja berumur 15 tahun di dunia ini, diperoleh hasil bahwa negara-negara Asiamenduduki peringkat teratas sebagai negara dengan minat baca, sains dan matematika tertinggi mengalahkan negara-negara dari Eropa dan Amerika.

Lebih dari 510.000 siswa berusia sekitar 15 tahun yang berasal dari 65 negara OECD dites dalam survey PISA OECD 2012 lalu. Tes yang diberikan adalah tes matematika, membaca dan sains. Matematika merupakan bidang yang paling diperhatikan dalam tes ini karena cabang ilmu pengetahuan yang satu ini dianggap sebagai kunci utama kesuksesan kaum dewasa di abad ini. Kemampuan dalam matematika memengaruhi kemampuan mereka untuk menempuh jenjang pendidikan seperti pasca sarjana dan menafsirkan jumlah gaji mereka di masa depan.

Shanghai-China dan Singapura menduduki peringkat teratas dalam hasil tes Matematika. Para siswa di Shanghai mencetak nilai tinggi yang setara dengan perolehan nilai sekolah selama tiga tahun dari sebagian besar negara yang tergabung dalam OECD. Hong Kong, Chinese-Taipei, Korea, Makao, Jepang, Liechtenstein, Switzerland dan Belanda adalah negara-negara selanjutnya yang termasuk dalam peringkat atas dalam survey PISA OECD kali ini. Terlihat ‘kan bahwa dari Top 10 hasil survey ini, 7 dari Asia dan hanya 3 yang berasal dari Eropa.

Dengan hasil survey PISA OECD tersebut, para muda diharapkan untuk mengasah kemampuan dengan sebaik mungkin terutama dalam tiga bidang di atas yang mana sangat berpengaruh akan kesuksesan di masa depan. Negara juga seharusnya memfasilitasi generasi muda untuk belajar sebaik mungkin. Sistem dan program pendidikan sudah tentu harus ditingkatkan dan diatur sebaik mungkin agar dapat mencetak lulusan yang siap menghadapi persaingan global.

Hasil survey PISA OECD yang dipuncaki oleh negara-negara Asia ini juga menunjukkan bahwa negara-negara pemuncak hasil tes tersebut adalah negar-negara dengan sistem pendidikan terbaik. Negara-negara Asia tersebut sangat menekankan akan pentingnya kualitas guru, bukan ukuran kelas. Mereka mendukung profesi keguruan dengan sebaik mungkin melalui pendidikan dan pelatihan terbaik agar bisa mencetak guru yang benar-benar berkualitas untuk agar dapat melakukan proses pembelajaran dengan maksimal. Negara-negara ini juga menetapkan target yang jelas dan memberi kebebasan pada guru untuk mengendalikan kelas agar tujuan tersebut dapat tercapai.

Sementara itu, anak-anak dengan orang tua yang mempunyai harapan tinggi terhadap mereka cenderung memiliki prestasi lebih tinggi pula. Anak-anak seperti ini cenderung untuk berusaha lebih keras, memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi akan kemampuan mereka sendiri dan memiliki motivasi tinggi untuk belajar.

Dari 64 negara OECD dengan kecenderungan data matematika hingga tahun 2012, 25 negara menunjukkan peningkatan dalam matematika, 25 lagi tak berubah dan 14 lainnya malah lebih buruk. Brazil, Jerman, Israel, Italia, Meksiko, Polandia, Portugal, Tunisia dan Turki menunjukkan konsistensi dalam pengembangan matematika selama periode tersebut. Sedangkan Shanghai-China dan Singapura telah menunjukkan kekuatan matematika mereka sejak tahun 2009 dan terus berkembang sejak itu.

Italia, Polandia dan Portugal juga menunjukkan peningkatan pendidikan secara signifikan. Jerman, Meksiko dan Turki juga berusaha sebaik mungkin untuk meningkatkan prestasi siswa yang lemah dalam bidang akademisnya, yang mana sebagian besar siswa-siswa ini berasal dari keluarga dengan keadaaan ekonomi dan sosial yang kurang menguntungkan.

Menurut OECD, memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk sukses adalah sesuatu yang sangat penting. Sebesar 23% siswa dari negara-negara OECD dan 32% dari keseluruhan, tidak berhasil untuk memecahkan persoalan matematika paling sederhana. Padahal tanpa memiliki keahlian dasar ini, para muda tersebut kemungkinan besar tak akan dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi dan mengalami kesulitan di masa depan mereka.

Dalam survey PISA OECD ini juga ditemukan beberapa hal menarik seperti bahwa kebanyakan anak laki-laki lebih baik dalam matematika. Dari 65 negara OECD, ada 35 negara dimana anak laki-laki mengungguli nilai matematika anak perempuan. Dan hanya ada 5 negara yang memiliki anak perempuan yang nilai matematikanya mengungguli nilai anak laki-laki.

Nah dari data diatas bisa diambil kesimpulan betapa pentingnya membaca sejak dini untuk perkembangan diri kita dan masa depan kita. Coba renungkan, selama diri lo hidup, berapa buah buku yang sudah pernah lo baca? Atau, ketika lo nyusun skripsi, berapa buah jurnal yang sudah lo baca? Atau bahkan, ketika nyusun tesis, berapa buah jurnal atau literatur penelitian yang sudah lo baca? Be honest…

Indonesia tidaklah bodoh, hanya saja budaya membaca ini harus lebih ditingkatkan, terutama buat kalian yang sudah – baru saja – mau memiliki anak, segera tanamkan itu kepada mereka, supaya generasi penerus nanti bisa mengalahkan mereka-mereka yang tinggal di dalam negara maju.

Semoga budaya membaca di Indonesia tercinta ini bisa tumbuh besar dan para generasi penerus ini dapat menciptakan kreasi-kreasi baru yang dapat berguna bagi umat manusia. Yuk membaca!

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s