Manusia serba galau…

“Karena galau adalah hak setiap individu…” ~ #QuoteNgaco

Siapa sih yang gak pernah ngerasain galau? Gue yakin semua yang baca tulisan ini pernah ngerasain galau, entah itu dalam urusan percintaan atau dalam problematika kehidupan lainnya. Even gue yakin ada yang pernah ngerasain baru bangun tidur aja langsung galau karena bingung apa yang mau dilakukan dalam kesehariannya.

Gak usah mesam-mesem coy! Galau bukan hal yang aneh kok, itu normal, karena manusia memiliki perasaan yang begitu dinamis. Tapi men, jangan sampe kegalauan lo itu mempengaruhi kinerja dan kualitas diri lo dalam melakukan semua kegiatan dalam keseharian lo.

Gue gak akan bahas galau dalam hal percintaan, galau yang bakal gue bahas adalah galau tentang masa depan dan performa kerja kita. Banyak gue liat, terutama temen-temen gue, mereka galau dengan bidang pekerjaan yang mereka lakukan di kesehariannya. Galau karena gaji gak naik-naik, galau karena mau beralih profesi, dan galau karena pekerjaannya dirasa monoton dan membosankan.

Karena saking galaunya, beberapa dari mereka sampe curhat di sosmed yang isinya adalah seputar “kapan naik gajinya nih” atau “anjr*t bosen banget di kantor” atau “kayanya gue kalo jadi anu enak nih” dan lain-lain. Pernah gak lo ngalamin momen kaya gitu? Kalo lo pernah berarti bisa dibilang lo ga paham sama kualitas diri lo sendiri dan lo tidak menguasai peran lo dalam kegiatan yang lo lakukan di keseharian lo.

Pernah gak lo coba cari tau kenapa perusahaan tidak mengapresiasi kita dengan gaji yang besar? Apakah karena faktor jabatan? Atau porsi pekerjaan? Atau karena lo gak cukup bisa untuk memberikan performa terbaik dalam hal yang lo kerjakan? Coba pikirin, faktor apa yang menyebabkan lo bisa tidak mencintai apa yang lo kerjakan?

Pernah gak lo berpikir dalam posisi lo sebagai pengusaha, punya karyawan yang kerjanya statis alias gak ada kenaikan performa alias gitu-gitu aja dan apa-apa harus disuruh alias gak punya kesadaran. Apa yang bakal lo lakuin ke dia? Apakah lo bakal naikin gaji dia supaya dia lebih semangat dan mengerjakan porsinya tanpa harus disuruh? Cuma lo yang tau jawabannya, disini gue gak akan nge-judge kebijakan yang bakal lo ambil untuk menghadapi karyawan lo tadi.

Udah kebayang kan yah.. Jadi intinya gini, jangan pernah nuntut apa-apa sebelum lo memberikan yang terbaik buat perusahaan di tempat lo bekerja. ~ Loh kok gitu? Iya lah coy.. Perusahaan punya cara menilai kinerja karyawannya, mana ada hari gini orang usaha mau rugi? Nah itu yang harus lo inget, lo harus punya cara untuk bisa jadi “rising star” di tempat lo bekerja. Gue punya masukan untuk mengatasi kegalauan lo ini, gue sudah pernah melewati fase ini dan alhamdulillah berhasil.

Pertama, lo ngaca dulu men! Seberapa baik kualitas diri lo dalam bidang yang lo kerjakan? Kalo lo merasa diri lo masih dibawah standar, cepet-cepet deh lo perbaiki, naikin dulu dong kualitas diri lo. “Kualitas yang lo maksud itu apa sih?” ~ Ok, yang gue maksud adalah bagaimana attitude atau sikap lo dalam bekerja, interpersonal skill lo dalam hal berbicara, gerak tubuh, dsb. Gak cuma itu, muka lo yang asem juga harus diganti dengan senyum! Itu penting banget coy, ada pepatah bilang “lo asik gue asik”, dan itu bener banget, terutama dengan rekan kerja lo, apalagi sama atasan lo.

Kedua, jangan pernah perhitungan dengan apa yang lo kerjakan. Lakukan semuanya dengan senang hati dan sebaik mungkin, jangan pernah batesin diri lo untuk hanya mengerjakan hal-hal yang disuruh doang. Seberapa besar kontribusi lo dalam sebuah perusahaan itu penting dan berpengaruh besar sama penilaian kinerja lo oleh perusahaan.

Ketiga, terus belajar dan belajar. Orang kerja bukan berarti sudah tau segalanya, justru disaat itulah proses belajar yang sebenar-benarnya dimulai. Waktu lo sekolah and kuliah adalah bekal untuk lo bisa belajar ketika lo kerja. “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina”, “Tuntutlah ilmu sampai ke liang kubur”. Dari dua pepatah itu bisa disimpulkan kalau sudah tugas manusia untuk belajar dan belajar, jangan males coy kalo mau sukses. Mau ngerubah nasib? Then fight for it!

Keempat, bijaksana dalam menentukan pilihan. Terkadang dalam hidup kita suka dihadapkan sama pilihan-pilihan, pilihan yang terkadang bikin kita galau dan bingung harus bagaimana. Sebelum kita menjatuhkan pilihan ke salah satu hal, alangkah baiknya dalami dulu opsi-opsi yang ada dan pikirkan apakah kemampuan yang kita miliki cocok di bidang tersebut. Intinya jangan maksa dan gak usah ikut-ikutan orang lain, karena pengalaman dan kemampuan masing-masing orang berbeda. Pilihlah yang 80% atau lebih cocok dengan diri lo sendiri.

Kelima, lo harus bisa buat pengaruh positif di lingkungan lo. Yap, being an influencer.. Pengaruh baik akan membantu penilaian lo dengan amat cepat. Apalagi disaat rekan-rekan kerja lo tau kalo lo itu berkualitas dan bisa dijadikan contoh, nilai plus itu coy untuk masa depan karir lo. Seorang pemimpin dipilih bukan hanya karena skill yang dimiliki, sikap dan pernanan seseorang dalam mempengaruhi sekitarnya adalah yang terpenting. Sejauh manakah diri lo dapat mempengaruhi lingkungan di sekitar lo?

Dari semua itu intinya adalah gak ada hasil yang baik kalo lo gak usaha, kalo lo gak kerja keras, kalo lo kerjaannya cuma mimpi doang. Mimpi punya uang banyak, mimpi punya jabatan, mimpi punya ini – itu – dan lain sebagainya. Mimpi itu sah, tapi dikejar dong, jangan cuma jadi angan-angan kosong doang. Inget men, dalam setiap usaha yang disertai niat dan tekad yang keras, serta doa dan restu dari orang tua, gak ada yang namanya yang gak membuahkan hasil. Tuhan itu Maha adil.

Buat lo yang masih juga galau, sekarang saatnya lo harus bisa mengehentikan kegalauan lo. Mulailah hari esok dengan sesuatu yang baru, yang bisa rubah nasib lo itu cuma diri lo sendiri, bukan temen-temen lo, bukan orang tua lo, bukan atasan lo, dan bukan juga gue. Semua itu hanya bisa memotivasi dan menyemangati lo doang, keputusan dan segala macam halnya ada di diri lo. Inget coy, kesakitan lo sekarang akan jadi indah ketika lo sudah bisa menikmati buah dari apa yang sudah lo tanam sekarang. Manis atau pahit semua lo sendiri yang menentukan.

Satu hal lagi, gak usah coba ikut-ikutan orang lain. Berlaku bijak dengan setiap apa yang lo jalani setiap hari. Termasuk dalam hal pengeluaran, jangan sampe besar pasak daripada tiang, apalagi sampe gali lobang tutup lobang.

Once again, gue bukan orang yang sempurna, gue juga masih jauh dari kata sukses. Tapi pengalaman mengajarkan gue banyak hal, hal-hal yang gak bisa gue dapet dari kuliah atau sekolah. Pengalaman yang membuka mata gue bahwa dunia ini begitu keras dan membuat gue berpikir bagaimana cara kita-kita orang bisa bertahan dan berjuang dalam hidup untuk kehidupan yang layak dan lebih baik.

Semoga tulisan sotoy bin ngaco gue ini bisa menginspirasi dan tidak ada lagi kegalauan di hati. Jangan pernah ragu untuk melangkah, selalu introspeksi diri dan perbaiki kualitas diri kita. Jadilah manusia-manusia yang cerdas dan berakhlak. Jadilah manusia yang beruntung. Yuk ciptakan kebahagiaan untuk diri kita, kalau bukan dimulai dari diri kita sendiri terus dimulai dari siapa lagi?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s